Orientasi Mahasiswa Baru, Perlukah ?

Oke kali ini mau coret coret dikit tentang yang namanya Orientasi Mahasiswa Baru. ORMABA atau yang lebih dikenal degan OSPEK bukan hal baru. Setiap mahasiswa baru pasti merasakannya.
Katanya sih OSPEK ini bertujuan agar mahasiswa baru mengenal tentang seluk beluk kampus dan fakultas/jurusan yang dia ambil.

Tapi anehnya hampir di semua kampus, orientasi terhadap mahasiswa baru ini dipenuhi dengan aksi bentak bentak oleh kakak kakak senior/panitia.
Telat dikit dibentak, penugasan lupa dibentak, dll.
Peserta telat dibentak panitia telat diem aja. Peraturan hanya berlaku untuk mahasiswa baru, dan tidak untuk senior.
Peserta pakai jam tangan dianggap ngartis, pakai bedak (yang cewek) , dibilang sok cantik, padahal panitia yang ngospek pada pake aksesoris semua. LoL ๐Ÿ˜€
Ane sebagai salahsatu mahasiswa baru tahun ini, juga merasakan yang namanya dibentak bentak. Oke, ane tau itucuma akting kalian wahai para senoir =)) . Kami diam bukan karena takut dengan bentakan kalian, tapi lebih kepada “mencoba patuh” .
Namun yang jadi masalah ketika maba dibentak secara berlebihan. Satu maba dibentak dua panitia, wow ๐Ÿ˜ฎ . Mahasiswi dibentak senior sampe nangis, mahasiswi dibentak panitia laki laki, lolz :/ .
Beruntung mungkin angkatan tahun ini, aturan diperketat, senior tidak boleh main fisik. Kalo saja aturan tidak diubah, mungkin akan ada korban jiwa seperti sebelumnya.

Dan yang ane tangkap dari ospek ini adalah kesan bahwa senior selalu benar. Yup, maba hampir tidak ada kesempatan menyampaikan pendapat, dan kalaupun ada kesempatan untuk itu, maka jawaban yang diberikan adalah jawaban paksaan , karena rasa takut.
Saat ditanya, jawaban yang diberikan adalah jawaban yang mengikuti suara mayoritas, karena takut jika jawaban beda bakal disuruh buat maju, dan pasti dibentak bentak. Ayo yang mahasiswa baru ngaku aja ๐Ÿ˜€
Yang ane tangkep dari ospek ini adalah :
1. Kapi dianggap sebagai pecundang yang harus menuruti semua keinginan panitia.
Eeeaaakkkk, sek inget gak penugasan penugasan yang kadang tidak masuk akal. Penugasan yang kadang tidak dihargai samasekali. Dibela belain sampai jam setengah satu malam kerja kelompok , jam setengah lima pagi bangun, sholat langsung berangkat, eh sampai di kampus penugasannya gak di cek. Fuckkkk !!
2. Pemimpin/ panitia/ senior selalu benar, dan peserta/ junior selalu salah.
Sudah ane jelasin di atas, gak perlu dijelasin lagi.

Ada yang bilang ospek ini bertujuan biar para mahasiswa baru tau kerasnya kehidupan kampus .Uppzzz, “keras” bukan berarti harus “dibentak” coy !
Bagi orang yang hidupnya cuma negikuti alur, dibentak diem gak dibentak yo wes, mungkin bukan masalah. Orang seperti itu adalah orang yang akan beradaptasi, dan menyesuaikan keadaan dengan cepat, tahan terhadap berbagai tekanan. *biasanya anak Fakultas Teknik :p
Tapi lain lagi bagi anak yang hidupnya dibawa serius melulu, dilatih untuk tahan banting bukan berarti harus dibentak bentak.

Lagian gak capek apa ye akting gitu, kadang geli kalo liat komdis cewek, wajah ya imut imut, eh bentak bentak. Duh mbakkkk, aku dibentak orang kek gitu bukan takut, malah geli ๐Ÿ™
Face imut mu gak pantes pasang wajah galak, wkakakakakaka :v *peace

Terus kalo udah ospek hari terakhir, biasanya para komdis minta maaf, dan menuruh maba untuk menyampaikan kesan kesan selama ospek, helyeah disini banyak yang sok cari tapang dengan muji muji komdis nya.
Sok bilang terimakasih lah, sok blang karena komdis kami jadi siswa disiplin lah, dll.
Fuck your logic, ini penyiksaan menn !! Selama ospek 7 hari, biaya penugasan + bensin gue habis sekitar Rp.300.000,- lebih . Itu belum waktu yang banyak terpakai untuk penugasan, jujur ,., tidur dua jam per hari bukan hal yang bagus untuk manusia normal =)) .
Masih mau bilang terimakasih untuk itu ??

Jadi menurut ane dengan sekian efek suram dari Orientasi Mahasiswa Baru, lebih baik OSPEK DITIADAKAN =))
Ospek yang katanya bertujuan sebaga pengenalan kampus kepada mahasiswa baru, kami pikir percuma . Di sini yang ada hanya rasa lelah, mengikuti drama drama tidak masuk akal dari para senior.
Ospek tidak sejalan dengan asas demokrasi di negara ini.

Akan lebih efektif jika “pengenalan” terhadai kampus/fakultas/prodi dikenalkan oleh dosen pembimbing sambil lalu dengan pelajaran karena saat orientasi, yang ada dibenak mayoritas maba adalah salah = dibentak, telat = dibentak, jadi tidak bakal masuk ke otak , apa yang disampaikan pemateri saat ospek. Apalagi yang kadang sudah mengantuk saat materi disampaikan, karena malam nya sibuk dengan penugasan. Jadi masih berpikir kalau ospek dengan cara kuno dibentak bentak itu penting ??

Shares

7 Comments

Leave a Reply