Perang Peta Navigasi Apple vs Google vs Nokia

Apple Map
Apple awalnya menggunakan teknologi peta milik Google. Namun pada sistem operasi smartphone terbarunya, iOS 6, Apple memutuskan bercerai dengan Google dan membuat aplikasi peta sendiri.

Teknologi Apple Map akan didasarkan pada tiga startup yang dia beli pada rentang 2009-2011, PlaceBase, Poly9 dan C3 Technologies. Sedangkan data akan mengandalkan hasil lisensi milik TomTom, produsen sistem navigasi asal Belanda.

Apple rencananya akan menggunakan grafis berbasis vektor yang dapat bergerak. Dengan mengandalkan garis dan titik sebagai prinsipnya ukuran data yang harus diakses ketika menggunakan peta lebih kecil. Hal ini karena ketika zoom Apple Map tak akan mengunduh data bitmap baru seperti teknologi milik peta pada umumnya sekarang.

Apple Map juga menyediakan fitur Flyover. Fitur ini akan memperlihatkan peta dengan grafis 3D. Bangunan gedung, jembatan dan lainnya akan tampak seperti bentuk aslinya pada Apple Map. Apple mengklaim fitur 3D miliknya lebih halus dibandingkan milik Google.

Layaknya peta bernavigasi, Apple Map akan menyediakan fitur navigasi suara turn-by-turn. Fitur ini akan membantu Anda menunjukkan jalur yang harus diambil pada setiap persimpangan yang Anda lalui.

Google Map
Google Map boleh dibilang merupakan pemain paling lama dalam dunia peta. Google dipercaya memiliki data peta paling banyak dibandiingkan Apple dan Nokia. Hal ini karena Google tak lagi hanya mengandalkan data hasil lisensi pihak ketiga. Google telah berusaha mengumpulkan data sendiri selain mendapat input dari pengguna.

Google bahkan mengklaim Apple Map akan mengalami kesulitan yang sama seperti Google alami pada awalnya. Hal ini karena keterbatasan data peta yang pihak ketiga miliki.

Google selain memiliki fitur 3D dan navigasi turn-by-turn mereka menawarkan fitur yang tidak dimiliki rivalnya. Street View adalah fitur dimana pengguna dapat mengetahui gambaran virtual asli dari lokasi yang dia pilih.

Untuk menyediakan datanya, Google mengirimkan beberapa mobil yang dilengkapi sembilan kamera di atasnya. Mobil tersebut berkeliling dunia untuk mengambil foto 360 derajat kondisi area yang dia lewati. Melalui Street View Google juga menganalisis berbagai rambu yang tertangkap kamera sehingga nama jalan, alamat, batas kecepatan dan informasi lain dapat diketahui.

Google mengklaim memiliki lebih dari 20 petabytes (21,5 miliar megabytes) data Street View dari seluruh dunia. Google pun masih berusaha menambah data Street View-nya sehingga dapat sediakan peta dunia yang lengkap.

Nokia City Lens
Aplikasi peta Nokia menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda dibandingkan Apple dan Google. Selain dilengkapi navigasi turn by turn dan suara. Nokia menawarkan teknologi augmented reality pada petanya,

City Lens, nama teknologi navigasi augmented reality milik Nokia, akan menyediakan suatu arahan pada layar smartphone-nya hanya dengan mengarahkan kamera ponsel. City Lens akan mengandalkan view finder kamera smartphone untuk menemukan targetnya. Setelah menemukan City Lens akan menampilkan informasi tempat yang menarik di layar smartphone.

Selain teknologi City Lens, Nokia juga melengkapi navigasinya dengan dukungan GPS dan GLONASS (GPS versi Rusia). hal ini memungkinkan akses navigasi tanpa koneksi internet sekalipun.

Kesimpulan
Setiap teknologi peta milik Apple, Google dan Nokia memiliki kelebihan tersendiri.

Apple mengandalkan kehalusan data grafis 3D fitur Overfly-nya. Google sendiri mengandalkan banyaknya data peta yang dia miliki. Selain itu Google juga memiliki fitur Street View yang dapat membantu pengguna mengetahui gambaran lokasi yang dia pilih pada peta. Nokia sendiri menawarkan fitur City Lens yang cukup menarik untuk dicoba.

Hanya Anda yang bisa menentukan yang terbaik. Konsumen dapat memilih apa yang dia butuhkan dari berbagai navigasi yang ditawarkan.  Source

Shares

38 Comments

Leave a Reply